Sunday, May 9, 2010

Bugil Untuk Amal Terkumpul Rp. 360 juta

Khasiat Asparagus Bagi Kesehatan
Asparagus bukan hanya sedap disantap, tapi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Mulai dari mengatasi jerawat hingga menghambat pertumbuhan sel kanker.
Kandungan alkali tinggi dalam asparagus bahkan tak hanya mampu mengatasi masalah jerawat, tapi juga gangguan kulit lainnya seperti kudis, eksim. Sementara kandungan seratnya (dietary fiber) yang sangat tinggi mampu mengikat zat karsinogen penyebab kanker.
Seperti dikutip dari laman Good to Know, Direktur Departemen Nutrisi dari Brigham and Women’s Hospital di Boston, Kathy McManus, RD, mengatakan, asparagus merupakan diuretik alami yang dapat melepaskan cairan tak berguna dari dalam tubuh melalui urin.
Itulah mengapa, konsumsi sayuran dengan nama latin Asparagus officinalis ini sangat disarankan bagi mereka yang tengah menjalani  program diet penurunan berat badan. Apalagi asparagus merupakan sayur rendah kalori, tidak mengandung lemak atau kolesterol.
Sifat diuretiknya tak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga memperlancar metabolisme tubuh dan memperbaiki kerja ginjal. Asparagus membantu memperlancar saluran urin dan menghambat pembentukan batu ginjal.
Asparagus merupakan salah satu sayur rendah sodium, sumber potasium yang baik, sumber serat yang baik, sumber folasin yang baik, sumber signifikan thiamin, sumber penting vitamin B6, dan salah satu sumber terkaya rutin, suatu senyawa yang memperkuat dinding kapiler. Juga kaya kandungan mineral, dan vitamin A, D, dan E.
Secara klinis, asparagus juga terbukti mampu meningkatkan kesuburan pria. Sedangkan bagi wanita, konsumsi asparagus dapat mencegah kram saat menstruasi. Asparagus juga kaya asam folat yang baik bagi ibu hamil dan menyusui. Sedangan kandungan antioksidannya dapat mencegah penuaan dini.
Agar kandungan gizi di dalamnya tak hilang, sebaiknya olah asparagus dengan merebus selama 3-4 menit. Yang paling umum adalah mengolahnya menjadi sup, tapi banyak juga yang mengolahnya menjadi sajian jus asparagus. (sumber: vivanews.com)

Bugil Untuk Amal Swags Raih Rp. 360 juta.

BINTANG Calendar Girls selalu beraksi bugil untuk kegiatan amal. Kali ini, SWAGs -Service Wives And Girlfriends atau para istri dan kekasih tentara Amerika Serikat- melakukan aksi serupa.
Saat pasangannya tengah sibuk berurusan dengan serangan militer, SWAGs justru melakukan serangan frontal dengan menanggalkan pakaiannya dan berpose tanpa sehelai benang pun untuk kegiatan amal.
Dengan hanya bersenjata strategis dan berada di atas rongsokan tank, SWAGs berpose bugil untuk kalender yang membantu kegiatan amal. Penjualan kalender tersebut telah berhasil meraih 26 ribu poundsterling atau setara dengan Rp360 juta untuk membantu para prajurit yang terluka dan perempuan terluka di Afghanistan dan Irak. Demikian seperti okezone kutip dari Dailymail, Rabu (21/4/2010).
Sebanyak 50 relawan, yang terdiri dari istri dan kekasih dari tiga Angkatan Bersenjata, melepas pakaian mereka untuk difoto di markas dan pusat pelatihan di Hampshire. Tapi kerendahan hati mereka juga ditemani oleh beberapa peralatan militer.
Kelly glamor Monk (20), merupakan salah satu wanita dalam kalender tersebut. Kekasihnya Andrew Mason (21), yang melayani di Batalyon 2 Resimen Princess of Wales, yang memiliki ide untuk membiarkan Kelly berpose bugil dalam kegiatan amal tersebut.
Kelly, dari Botley, Hampshire, mengatakan, "Saya bersama dengan adik Andrew, Sam, untuk melakukan pemotretan dan telah memulainya dari sana. Pada awalnya kami gugup, tapi kemudian kita benar-benar mulai menikmatinya dan semua orang tertawa. Pacar saya baik-baik dengannya. Dia tahu bahwa itu untuk tujuan mulia."
Lisa-Fellows Patel (43), yang tinggal di dekat Bath berpose untuk kalender edisi April mengatakan, dia "bangga" sudah menanggalkan pakaiannya untuk mendukung pasukan di medan perang.
"Seorang teman sekolah di Angkatan Darat telah dikirim ke Afghanistan. Saya merasa ini merupakan satu-satunya cara untuk saya benar-benar bisa mendukung dia dari rumah, yaitu melakukan pekerjaan sosial untuk 'Help For Heroes' dan saat aku menjadi modelnya sangat menyenangkan. Pacar saya malah menyarankan untuk membantu dengan kalender," ungkapnya.
"Malam sebelumnya, saya sangat gugup, tapi meyakinkan diriku sendiri bahwa jika angkatan bersenjata berada di luar negeri berjuang atas nama saya, saya akan punya keberanian untuk telanjang dan melakukan sedikit hal yang berbeda dari diri saya. Kalender ini jadi luar biasa. Sangat vulgar, tetapi tidak menyinggung dan saya menyukainya," lanjutnya.
Fotografer Roy Goodwin yang membantu mengabadikan seluruh model dalam kalender tersebut menambahkan, "Sekira 50 anak terlibat dan mereka semua relawan. Mereka bekerja dan berdedikasi untuk membuat kalender ini selesai dan kami bahkan harus menyelundupkan mereka ke sebuah pangkalan militer untuk satu kesempatan pemotretan." (sumber: http://www.swagcalendar.co.uk)

10 Tipe wanita yang di hindari pria
Situs pria, askmen.com mengumpulkan 10 tipe wanita yang ditakuti oleh pria. Jika Anda ingin si dia yang Anda incar itu juga menyukai Anda, hindari bertingkah seperti tipe-tipe di bawah ini.

Sembrono
Tipe wanita yang sembrono yang semaunya saja. Tipe yang ingin kemauannya selalu dipenuhi, tak peduli tata krama, bahkan cenderung bertingkah seperti "preman". Tipe ini mudah ditemui, suaranya biasanya paling lantang bergema jika ada keberatan akan sesuatu atau tidak terpenuhi kemauannya.

Pencemburu
Pria takut dengan wanita yang sangat mudah cemburuan. Menurut askmen.com, tipe ini bisa tiba-tiba menuduh prianya sedang bermain mata dengan wanita yang duduk di belakangnya, atau dengan wanita di kasir yang menyerahkan uang kembalian kepada prianya. Tipe pencemburu ini tak akan sungkan menggunakan sebuah adegan yang kelihatan sepele untuk menuduh pasangannya sedang berselingkuh atau menggoda wanita lain.

Tergantung
Tipe yang sangat ketergantungan ini mirip ular boa di hutan. Konon, tipe ini akan mengeluarkan sisi terbaiknya untuk memikat si pria, dengan segala cara. Sesudah itu, ia akan sangat ketergantungan dengan prianya. Para pria yang sudah terjerat tipe ini akan sulit untuk melepaskan diri. Terlihat dari luar, tipe ini sangat posesif dan amat ingin mengkontrol penuh prianya. Ketika dikonfrontasi, ia akan kembali ke sifat manis, lalu menyerang kembali ketika ada kesempatan.

"Sangat Ramah" Pada Setiap Pria
Tipe ini juga amat ditakuti pria. Tipe ini biasanya memiliki penampilan fisik yang di atas rata-rata. Tak heran jika banyak pria yang berusaha mendekatinya. Yang jadi masalah, ia tak menolak pria-pria yang mencoba mendekatinya. Bahkan, ia akan dengan mudahnya memanipulasi para pria ini. Tak heran kalau ia punya "koleksi" pria yang amat banyak.The Control Freak
Tipe ini adalah tipe yang memang kurang menyenangkan. Sesama wanita pun akan segan untuk bisa dekat dengan tipe ini. Ia akan mencoba untuk mengkontrol segala hal, seakan ia yang tahu segalanya, dan semua orang harus patuh padanya. Tipe ini akan memulai dengan memberikan saran, ketika sarannya didengar dan terbukti benar, ia akan mulai memerintah dan mendiktekan segalanya.
Misionaris
Wanita semacam ini ingin pendapatnya didengar dan diikuti oleh banyak orang. Jika tipe Control Freak adalah tipe yang sangat lantang menyuarakan pendapatnya, tipe Misionaris lebih kalem, persisten, dan akan menghalalkan cara apa pun agar keinginannya terpenuhi. Ia akan mengajak Anda untuk bergabung dengan pilihannya, pola pikirnya, apa pun yang menurutnya terbaik.
Putus asa
Tipe seperti ini adalah tipe yang sangat menginginkan dirinya berada dalam sebuah hubungan. Namun, tak pernah bisa mengerti mengapa segala hubungan yang pernah ia jalani selalu gagal. Lalu, ketika ia putus asa, ia akan memberikan segalanya untuk si pria. Bahkan tak takut untuk mengambil sikap ekstrem, misal, bersedia untuk hamil meski belum menikah, demi menjerat prianya.

Matre
Nah, tipe ini sudah sangat jelas, hanya menginginkan uang. Wanita semacam ini juga akan menggunakan segala daya yang ia miliki untuk memancing pria yang ia inginkan untuk mengeluarkan uang untuknya.

Bermasalah dengan ayahnya
Tipe ini memiliki rasa marah terhadap ayahnya. Bisa karena pada saat kecil ia merasa kurang dimanja oleh ayahnya. Ada sesuatu dari ayahnya yang membuatnya marah, dan ia menemukan sesuatu di dalam diri pasangannya yang mengingatkan ia akan ayahnya. Tipe ini akan menunjukkan sifat seksual yang agresif dan suka bermain api dengan pria lain.

Si cantik yang gemar menyakiti
Tipe ini menyadari betul bahwa dirinya sangat cantik dan memiliki tubuh yang aduhai. Kecantikannya akan memukau semua pria, namun ia memiliki sifat yang membuat pria menjauhinya. Ketika si pria sudah ingin pisah darinya, biasanya wanita ini akan memancingnya kembali dengan daya tarik fisik. Tipe ini amat ditakuti pria karena segala hal yang disebutkan di atas ada di dalam tipe ini, tapi pria amat sulit keluar dari jerat kecantikannya. (sumber: kompas.com)

Sunday, March 21, 2010

Lawan HIV dengan Pisang

VIVAnews - Penelitian mencari obat terbaik memerangi virus HIV tak pernah usai. Sebuah penelitian terbaru menemukan kimia alami dalam pisang dapat membantu melindungi wanita terhadap penularan seksual HIV.
Melalui tes laboratorium, peneliti AS menemukan sebuah senyawa kimia lektin yang diberi nama BanLec berpotensi menyamai dua obat HIV yang ada saat ini. Lektin, sebuah protein yang mengikat gula bisa mengidentifikasi dan menyerang virus dari luar. Cara kerjanya, lektin mengikat lapisan HIV-1 kaya gula gp120, dan Banlec memblok masuknya HIV ke dalam sel tubuh.
Para peneliti dari University of Michigan Medical School mengungkap hasil temuan BanLec bisa lebih murah dan sangat efektif sebagai komponen baru vagina mikrobisida. Laporan studi akan terbit dalam Journal of Biological Chemistry.
"Kendala obat HIV adalah virus bermutasi dan resisten, tapi hal itu lebih sulit terjadi saat virus HIV berhadapan dengan lektin," ungkap peneliti Michael D. Swanson seperti dikutip dari Healthday.
"Lektin mengikat gula di tempat berbeda pada lapisan HIV-1 dan diasumsikan akan bermutasi agar virus berada di sekitar mereka."

Sulit Orgasme? Coba Trik Ini!
KOMPAS.com — Sekitar 10 persen wanita yang aktif secara seksual tak pernah merasakan orgasme. Padahal, hal ini bisa dipelajari. Pelajaran terpenting dan terutama adalah untuk menyeimbangkan antara ketegangan dan relaksasi selama aktivitas seksual. Bagaimana caranya?

Langkah 1: kontraksi otot
Kebanyakan wanita sering kali terjebak dengan anggapan bahwa untuk mencapai ”puncak”, mereka harus rileks dan hanya berbaring. Biasanya anggapan ini didapat karena banyaknya literatur yang mengatakan bahwa relaksasi saat melakukan hubungan seksual sangat penting. Padahal, dibutuhkan tekanan otot (myotonia) di daerah intim untuk bisa mencapai orgasme. Tak sedikit wanita yang merasakan orgasme pertamanya banyak melakukan ketegangan pada otot di bagian kaki, perut, dan bokong secara bersamaan.

Banyak wanita juga melaporkan bahwa kebanyakan kontraksi saat orgasme terjadi di bagian pelvis bawah. Otot-otot di daerah ini adalah otot yang sama yang Anda gunakan untuk mengerem aliran urine (latihan kontraksi yang disengaja pada daerah ini disebut dengan gerakan kegel).

Hubungan antara orgasme dan ketegangan otot adalah kemampuan untuk merangsang. Melakukan kontraksi (menegangkan) otot-otot tertentu bisa menambah aliran darah di seluruh tubuh, termasuk area genital. Tentunya rangsangan adalah jalan menuju puncak untuk kebanyakan wanita.

Langkah 2: relaksasi
Lalu, di manakah fungsi relaksasi dalam hal ini? Di otak. Selama melakukan hubungan intim, wanita harus memfokuskan diri untuk merasakan sensasi stimulasi. Sulit untuk menenangkan diri? Coba ulangi ”mantra” menenangkan diri di dalam otak, misal, ”Sentuhan dia nyaman sekali” atau kata-kata apa pun untuk mengisi pikiran Anda dengan pikiran yang mendorong stimulasi seksual. Hindari pikiran negatif yang mengurangi rangsangan atau urusan pekerjaan yang belum kelar. Masih belum terasa nyaman dengan pikiran-pikiran tersebut? Coba buat pikiran Anda diam atau tidak memikirkan apa pun saat berhubungan intim sambil mengontraksikan otot-otot di bagian pelvis. Teknik ini butuh latihan, tetapi jika Anda berniat mempelajarinya, lama-kelamaan pasti bisa.

Tak bisa orgasme? Bisa jadi ada masalah medis
Terapi teknik di klinik seksual mungkin memang bisa membantu beberapa wanita untuk merasakan orgasme. Namun, tak tertutup kemungkinan pula ada masalah medis atau efek samping pengobatan yang menyebabkan masalah ini. Konsultasikan dengan dokter untuk mencari tahu penyebabnya dan mencari pengobatan yang terbaik.

Hobi Joging Lebih Doyan "Ngeseks"?
LONDON, KOMPASSearch Amazon.com Jewelry&Watches for - Satu dari sepuluh pelari atau mereka yang rutin melakukan  jogging mengaku berhubungan seks setidaknya sekali dalam sehari. Bahkan 3 persen dari para jogger  menyatakan berhubungan intim hingga dua kali dalam sehari.

Ini sungguh kontras dengan mereka yang tidak memiliki kebiasaan jogging, di mana satu di antara empat orang (25 persen) mengaku hanya melakukan seks sekali dalam sebulan atau bahkan tidak sama sekali.

Temuan ini adalah hasil suatu survei  terhadap 1.000 orang pelari dan 1.000 non-pelari di Inggris.  Studi juga menemukan bahwa satu di antara 10 orang pelari pria mengaku selalu berpikir tentang seks selama berolahraga.

Sementara itu, hanya seperlima saja dari perempuan yang hobi jogging mengaku memikirkan soal seks selama berlari, dan hampir setengahnya menghabiskan waktu untuk berpikir tentang bagaimana olahraga yang mereka jalani memberi manfaat buat mereka.

Studi yang dilakukan oleh lembaga amal kesehatan Sue Ryder Care itu juga mengungkapkan, seperempat dari para  jogger mengaku melakukan jogging sebagai sarana untuk malakukan pendekatan terhadap lawan jenis. Di Inggris, jogging sambil "merayu" sepertinya sedang menjadi sebuah tren baru yang disebut 'flunning' (singkatan dari flirting dan running).

Hampir sepertiga pelari mengaku mereka sengaja menyiapkan diri dan berinisiatif mengawali pembicaraan dengan lawan jenis selama berlari.

Sue Ryder Care adalah lembaga yang menyelenggarakan 24 event olahraga lari di Inggris sepanjang tahun ini. Acara penggalangan dana dari beragam event lari ini  ditujukan untuk membantu mereka yang mengalami beragam penyakit seperti kanker, stroke, cedera otak, multiple sclerosis, demensia, huntington's disease, parkinson dan gangguan saraf motorik.
Sumber: telegraph.co.uk
 
4 Teknik Penunda Ejakulasi
KOMPAS.com - Ejakulasi dini atau "junior" yang terlalu cepat "selesai" menempati urutan kedua setelah disfungsi ereksi sebagai gangguan seksual yang paling sering dialami pria. Masalah seksual ini juga mencemaskan para pria karena takut dibilang tidak perkasa.

Seorang pria disebut mengalami ejakulasi dini (ED) bila ia sudah ejakulasi kurang dari dua menit. Menurut dr.Andi Riyanto, Sp.RM, dari RS. Pantiwilasa Citarum, Semarang, pada kondisi normal, seseorang biasanya mampu ejakulasi dan penetrasi selama 5-10 menit.

Ejakulasi dini dibagi menjadi dua jenis, primer dan sekunder. "ED primer terjadi bila sejak awal ia berhubungan seks tidak dapat mengontrol ejakulasinya," katanya. Sedangkan ED sekunder terjadi bila dulunya orang tersebut bisa mengontrol ejakulasi tapi beberapa waktu terakhir ini tidak dapat mengontrolnya karena suatu sebab.

Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi ejakulasi dini adalah dengan melakukan terapi seks. "Ini merupakan latihan untuk mengontrol ejakulasi yang dilakukan dengan bantuan istri," paparnya.

Pada dasarnya, terapi seks melibatkan dua teknik, yaitu teknik start and stop, serta teknik squeeze (penekanan), yakni istri menekan bagian pangkal atau ujung penis pada saat suami merasa akan ejakulasi.

Ada beberapa langkah yang bisa dipilih pasangan untuk melakukan terapi seks.
1. Suami berbaring telentang dan istri melakukan masturbasi dengan tangan. Saat suami akan ejakulasi, istri menekan penis (di bagian pangkal atau ujung) untuk menghambat ejakulasi selama 5-10 detik atau sampai rasa ingin ejakulasi reda.

2. Dengan posisi wanita di atas, suami melakukan penetrasi ke vagina. Namun suami tidak boleh melakukan gerakan apa pun. Bila merasa akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan istri melakukan penekanan pada penis. Lakukan beberapa kali.

3. Sama seperti langkah dua, namun suami boleh melakukan sedikit gerakan. Bila akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan istri melakukan penekanan untuk mempertahankan ereksi.

4. Bila suami sudah mulai bisa mengontrol ejakulasi, pasutri bisa melakukan hubungan seksual dengan posisi menyamping (depan atau belakang). Begitu suami merasa akan ejakulasi, coba untuk berhenti dan istri melakukan teknik penekanan. Lalu diulangi lagi.

Menurut dr.Andi, terapi seks harus dilakukan berulang-ulang, minimal selama enam bulan. Terapi ini juga membutuhkan komitmen dari dua belah pihak. "Keengganan dan malas latihan merupakan faktor penyebab kegagalan terapi ini," paparnya.

Untuk menunjang terapi seks, penderita ED disarankan untuk melakukan senam kegel untuk menguatkan otot-otot panggul. Caranya adalah dengan mengontraksikan otot-otot panggul, seperti saat ingin menahan pipis. Lakukan minimal 10 kali setiap hari, secara otomatis Anda akan terbiasa untuk menunda ejakulasi.
 

Thursday, March 11, 2010

7 Lucky Irish Recipes



Cheddar-Ale Soup

You'll never guess that this creamy, calcium-packed soup—made with low-sodium chicken broth and 50% reduced-fat cheddar cheese—is healthy.

Ingredients: Olive oil, yellow onion, garlic, carrots, celery, flour, chicken broth, milk, bottle of beer, reduced-fat cheddar cheese, whole-wheat bread

Calories: 277

Eat, drink, and be merry

Known for its hearty fare, Irish cuisine also offers vitamin-packed cabbage and fiber-filled potatoes. If you make these seven recipes, you'll be lucky, because you'll get the savory flavors of Ireland without all the calories.

Potato-Cabbage Soup
Cabbage and scallions give this soup its green hue, plus a boost of vitamin C.

Ingredients: Olive oil, unsalted butter, savoy cabbage, scallions, garlic, chicken broth, potatoes

Calories: 207

Ploughman's Lunch Platter

Get your greens—literally—with this hearty salad. Save calories by going heavy on the lettuce and light on the sausage and cheese.

Ingredients: White balsamic vinegar, Dijon mustard, honey, lemon juice, olive oil, romaine lettuce, chicken apple sausage, reduced-fat cheddar cheese, brown soda bread, cornichons, tomato chutney

Calories: 440


Corned Beef and Cabbage Dinner

To save calories on this fatty fare, be sure to trim the beef, and flavor the potatoes with spices, not butter.

Ingredients: Corned beef brisket, onion, celery, carrots, pickling spice, garlic, caraway seeds, green cabbage, red potatoes, parsley, butter, lemon, breadcrumbs, horseradish, Dijon mustard

Calories: 321


Minted Sake and Pineapple Cooler

If you don't want to drink beer, try this festive drink instead. The green color and fruity flavor will win over the Irish and non-Irish alike.

Ingredients: Mint leaves, sake, sugar, pineapple juice, limes

Calories: 160



Shamrock and Gold Coin Cookies

Serve little leprechauns these simple butter cookies. They're simple to cook and make a great centerpiece.

Ingredients: Butter, sugar, vanilla extract, flour, green sprinkles, yellow-gold coarse sugar

Calories: 86


Chocolate for Every Personality

Which Sex and the City character are you?

By Frances Largeman-Roth, RD

Everyone who knows me is well aware that I’m an unabashed Sex and the City freak. I work the phrase, “It’s just like that time on Sex and the City when…” into nearly every conversation possible. I’m absolutely looking forward to the second movie, even if the trailers do leave something to be desired.

And to show my support for the girls this Valentine’s Day, I’ve decided to find a fabulous box of chocolate to go with each of the lovely ladies' personalities.

If she’s a Carrie

Part journalist, part fashion plate, part philosopher, Carrie is definitely the most eclectic girl of the bunch. She’s trendy yet sentimental, whimsical yet modern, so you need a chocolate box that caters to all facets of her personality.

Lucky for all the Carries out there, Charles Chocolates has a collection that includes their nut, praline, and caramel-filled chocolates. Inside the retro heart you’ll find peanut butter–filled butterflies, fleur de sel caramels, almond clusters, marzipans, and more. Find this 20-piece assortment ($36) at charleschocolates.com and select stores nationwide.

If she’s a Samantha

All the sex kittens out there finally have a chocolate collection to call their own. From the trendsetting Vosges chocolate company comes the Sweet Coquette. Before your lips touch the first truffle, you know you’re in for a titillating experience by the French tickler-esque leather whip and fishnet ribbon adorning the lid. And indeed, this is no ordinary Valentine’s Day selection.

All of the flavors are designed around an aphrodisiac ingredient, such as Kumamoto oysters, chiles, and pumpkin seeds (see me discuss natural libido boosters on the CBS Early Show). The whip box will run you a hefty $90, but the same chocolates without the sexy package (you still get a heart-shaped box) are just $45. Pick up a box for your naughty girl at vosgeschocolates.com

If she’s a Miranda

Fancy packaging and cute names don’t impress this gal. Mirandas just want no-nonsense, quality chocolate. And that’s exactly what Askinosie delivers. For a very reasonable $24, you can get your Miranda a Single Origin box with four chocolate bars. Three are dark chocolate (with at least 70% cocoa solids), and the fourth is my fave—the Dark Milk Chocolate Bar with fleur de sel. Order at askinosie.com.



If she’s a Charlotte

Traditional and kind-hearted, all the Charlottes out there will appreciate the Black Heart collection from Norman Love Confections. Each of the truffle hearts is made from single origin dark chocolate from the world’s premium growing regions: Dominican Republic, Ecuador, Bolivia, Venezuela, and Madagascar.

So even if you can’t take your Charlotte anywhere more exotic than your living room, she can still be transported to someplace exciting. A five-piece box runs $15, the 10-piece is $25, and the generous 15-piece box is $35. A portion of the sales from the Black Heart Limited Edition will be contributed via the Boston Red Sox Foundation to the American Heart Association.

(Source:Health.com)

Thursday, February 11, 2010

10 Reasons You’re Not Having Sex


You're not alone

By Leslie Goldman
From Health magazine
Not getting any? You’re not alone: Women today have less time for sex than their 1950s counterparts. And it’s estimated that 40 million Americans have what experts call a sexless marriage (having sex less than 10 times a year).

A regular sex life is good for your health. It can satisfy all sorts of emotional- and physical-intimacy needs and help partners stay close. So why the dry spell? You can chalk it up to a sheer lack of time, but there are a slew of other reasons, too—from weight gain and perimenopause to technology overload (stop texting now) in the bedroom. Here’s how to beat the top 10 sex busters.

Your bed isn’t sexy anymore

We hear it over and over again: The bed should be used for sex and sleep only. So why do so many of us insist on bringing third parties—laptops, PDAs, Law & Order—into the boudoir? All that technology and distraction can cause insomnia and put a damper on your sex life. After all, it’s harder to initiate sex if your spouse is hiding behind a newspaper or glued to the TV or if your hands are busy exploring the Web rather than his body.

Sex Rx: At a minimum, make the bedroom a no-technology zone, Clayton suggests. Then take a hard look at your life (from romance and work to entertainment and family), and give sex the priority it deserves. If you have to schedule sex like you do a meeting, do it!

Your meds are stealing your sex drive

Oh, the irony. You start taking oral contraceptives (OCs) so you can have worry-free sex. Then the magic little pills start sapping your sex drive. Why? OCs contain estrogen, which increases the production of a protein called sex-hormone binding globulin (SHBG), says Michael Krychman, MD, medical director of sexual medicine at Hoag Hospital in Newport Beach, California. SHBG can trap testosterone, affecting your sex drive. Other potential sex-drive-stalling meds: those that reduce blood pressure, anxiety, and acid reflux, and antidepressants.

Sex Rx: Ask your doc about the sexual side effects of all of your drugs. You may also want to try a contraceptive method that doesn’t use hormones, such as condoms, a diaphragm, or an IUD.

Your crazy-busy life

You spend your days working, cooking, working out, taking care of the family. And, still, at 11:30 p.m. Besides totally tuckering you out, the chronic stresses of modern life can also trigger a cascade of hormonal changes that mess with your body’s sexual-response cycle. And here’s another modern sex buster that adds to all the craziness: today’s always-connected technology.

Sex Rx: With spontaneous sex almost out of the question, you need some serious “life management” to work it in, experts say. Put a lock on the master bedroom door and set a technology time limit. Shift gears with a soothing bath, suggests Los Angeles–based sex therapist Linda De Villers, PhD. Plunging into warm water takes you away from the laptops and cell phones that clog up your day. Add a few drops of ylang-ylang essential oil; the aroma is thought to heighten sexual feelings.

You don’t like your body

Many women find themselves withdrawing or not willing to experiment sexually if they’re overweight or have a change in shape due to pregnancy, Clayton says. “Emotionally, we’ve bought into the media’s idealization of what is really sexy. The message is, you have to look a certain way in order to have really good sex.”

Sex Rx: “Women have a talent for disliking the very things about themselves that other people find very attractive,” De Villers says. Feel free to ask him what he likes about your body; his compliments can help you feel more positive. But don’t underestimate the mental boost of shedding some pounds. In a recent Health.com survey, 37 percent of respondents said losing weight makes them feel sexy. In fact, even a five-pound weight loss has been shown to jump-start sex drive.

You’ve hit perimenopause

Prior to menopause, hormonal shifts—specifically decreasing estrogen—lead to physiological changes that can make sex seem about as appealing as running a marathon with a pebble in your sock. Sensitive vaginal tissues become less lubricated, the ensuing dryness leads to pain, and painful sex quickly turns into no sex. Hot flashes don’t help matters, either.

Sex Rx: Talk to your physician about the pros and cons of hormone replacement therapy (HRT), which may lessen menopausal symptoms. New research shows an estrogen cream or suppository may ease dryness without the risks of HRT. Lubricants can also help, especially if pain during intercourse is a problem.

Your man’s just not that into it

You may actually be raring to go, but your partner’s engine seems stalled. Perhaps he’s emotionally withdrawing, says Bob Berkowitz, PhD, co-author of He’s Just Not Up for It Anymore: Why Men Stop Having Sex, and What You Can Do About It. “The usual problems between husbands and wives can play out in the bedroom,” he says, especially if your partner has a hard time expressing his feelings properly. Or, he may want you to be more sexually adventurous.

Sex Rx: Talk it out in a blame-free way. “It’s understandable that a woman would feel rejected,” Berkowitz says. But don’t confront him with ‘What the hell is going on? Are you cheating on me?’ or he’ll shut down. If a man’s sex life is not working out, he may feel he’s failed as a man, because men invest so much of themselves in their sexuality,” Berkowitz adds.

You’re depressed

When you’re feeling down in the dumps, desire can take a big hit, particularly if you’re female. Women tend to isolate themselves, Clayton says, and that can strain even the strongest of romantic relationships. Antidepressants may lift the dark cloud, but some affect your ability to have an orgasm.

Sex Rx: If you notice your sex drive takes a nosedive after you start a new medication, tell your doctor; she may be able toprescribe an alternative. Consider different avenues of treatment. “Psychotherapy doesn’t cause sexual dysfunction and is effective, especially in mild-to-moderate depression,” Clayton says. Exercise also helps; it enhances mood and energy, and it boosts blood flow to the genitals.

Your man is Viagra-ized

The “Viagra-ization” of men isn’t just happening to seniors. Younger men are taking the erectile-dysfunction drug, too, sometimes just to enhance performance. The result can be a physical and emotional disconnect. “The man takes the medication and is ready to go, but the woman needs more time to get aroused, to get connected.”

Sex Rx: Clayton suggests finding time for some nonthreatening and nonjudgmental sex talk (not in bed), during which a woman can discuss what she needs in bed to even the playing field.

You like your vibrator better

Reaching for your Rabbit more often than your honey bunny? This is more common than some might think, De Villers says. A vibrator is simpler and more accessible than a cooperating penis. While there’s nothing wrong with incorporating sex toys into your love life, becoming reliant on a vibrator—or even preferring it over your partner—can be a serious problem.

Sex Rx: If you really are addicted to your vibrator at the expense of your relationship with your partner, talk to a therapist to gain some insight about your relationship, De Villers recommends. If the vibrator gives you more satisfaction than sex with your partner, talk about trying some new moves or even using the vibrator together.

You’re sick and tired

Some women treated for low libido end up having an endocrine problem, such as undiagnosed thyroid disease, which can lead to exhaustion, depression, low sexual desire, and fertility problems. Women who have chronic illnesses—such as fibromyalgia, anemia,diabetes, or rheumatoid arthritis—may not be in the mood, either, thanks to fatigue or body pain.

Sex Rx: Once a thyroid condition or anemia is detected and corrected, any associated symptoms should dissipate. If you’re battling a chronic disease, you should take the focus off of the intercourse and explore other ways to achieve sexual and sensual pleasure, Clayton says.
(source: health.com)




Monday, February 8, 2010

11 Healthy Super Bowl Snacks


Dips, desserts, and more

The Super Bowl is one of the biggest calorie fests of the year for many Americans. The average football fan eats about a day’s worth of calories during the game, and the U.S. Calorie Control Council estimates that Americans pack away 11 million pounds of chips on Super Bowl Sunday. Instead, snack on these 11 delicious and healthy game day recipes. 

Lemon-Drop Chicken Wings
These spiked wings have a tangy lemon taste and are baked, not fried.
Ingredients: Vodka, lemon juice, sugar, olive oil, chicken wings

Calories: 173 

Warm Spinach-Artichoke Dip

A sneaky, low-cal way to get your family to eat iron-rich spinach and beans!

Ingredients: Olive oil, lima beans, cream cheese, Tabasco sauce, capers, mustard, artichoke hearts, frozen spinach, mozzarella cheese, Parmesan cheese, green onions, lemon juice

Calories: 59 

White Bean Dip

Mashing the white beans creates the same creamy consistency as sour cream–based dips.

Ingredients: Cannellini beans, olive oil, garlic, sage

Calories: 320 

Peppered Peanut Brittle

Pepper adds an unexpected bit of heat to the brittle, but you can omit it for a traditional version.

Ingredients: Sugar, light-colored corn syrup, vanilla extract, lemon juice, roasted peanuts, baking soda, butter, crushed and ground red pepper

Calories: 105 




Fudgy Chocolate Brownies

Unsweetened cocoa keeps the fat content low on these decadent brownies.

Ingredients: Margarine, unsweetened chocolate, unsweetened cocoa, sugar, eggs, flour, baking powder

Calories: 132 





Beef and Beer Chili

Cook a flavorful pot of chili in just 40 minutes for a quick, filling dinner. The recipe easily doubles if you're expecting more guests.

Ingredients: Red onion, red bell pepper, extra lean ground beef, garlic, chili powder, cumin, sugar, oregano, kidney beans, diced tomatoes, beef broth, beer, yellow cornmeal, lime juice

Calories: 261 




Smoky Chicken Fingers With Honey Mustard Dip

Baking these chicken strips keeps the fat low, but the seasoning and bread crumbs create a faux-fried texture.

Ingredients: Flour, milk, barbecue smoked seasoning, bread crumbs, quick-cooking oats, garlic and herb seasoning, skinless boneless chicken breasts, Dijon mustard, honey

Calories: 190 




Twice-Baked Sweet Potatoes

Get a boost of beta-carotene and cut out much of the fat in traditional recipes with this shortcut to classic twice-baked potatoes.

Ingredients: Sweet potatoes, Canadian bacon, sour cream, chives, shredded cheddar cheese

Calories: 341 




Mini Turkey Burgers With Gorgonzola

These mini burgers make the perfect protein-packed finger foods.

Ingredients: Garlic powder, ground turkey breast, Gorgonzola cheese, reduced-fat mayonnaise, gherkin pickles, dinner rolls, curly leaf lettuce

Calories: 169

Try this recipe: Mini Turkey Burgers With Gorgonzola




Artichoke Dip

This chunky dip contains more than 25% of your dietary reference intake (DRI) of calcium.

Ingredients: Artichoke hearts, mayonnaise, light cream cheese, Parmesan cheese, mozzarella cheese, garlic salt, scallions, parsley

Calories: 159 

















Thursday, February 4, 2010

Mengapa Pria Menyukai Wanita Yang Lebih Tua


Menurut survei yang dilansir situs pria askmen.com, belakangan ini tren hubungan pria dengan wanita yang lebih tua makin menanjak. Di masa lalu, kebanyakan orang berpikir bahwa wanita lebih cepat matang ketimbang pria, karenanya, untuk menyeimbangkan, disarankan untuk wanita mencari pria yang lebih tua, yang bisa membimbing. Lalu, apa alasan pria masa kini memilih wanita yang lebih tua? Penasaran? Berikut adalah alasan-alasan para pria untuk memilih berhubungan dengan wanita yang lebih tua:

Lebih Mandiri
Wanita yang lebih tua, biasanya tak masalah menghabiskan waktu untuk sendiri. Mereka memiliki banyak pengalaman dengan pria, dan terbiasa untuk menjalani hari sendirian. Karenanya, tak masalah bagi wanita yang lebih tua ketika pasangannya tidak selalu ada di sisinya setiap waktu. Para wanita ini dinilai tak terlalu bergantung atau butuh perhatian lebih, karenanya, lebih mudah untuk berhubungan dengan mereka.

Lebih Asertif
Secara umum, wanita yang lebih tua sudah menemukan jati diri mereka dan mengetahui apa yang mereka inginkan. Para wanita ini tak lagi merasa takut terhadap pria, ditambah lagi, mereka tak ingin membuang waktu bermain-main dengan perasaan. Umumnya, wanita di awal 20-an akan cenderung "tarik-ulur", atau berusaha membuat pasangannya cemburu, sementara para wanita yang lebih tua lebih suka berterus terang akan perasaan mereka. Bagi pria, keterbukaan dan kejujuran ini sangat menyenangkan.

Perbincangan yang Menarik
Komunikasi adalah salah satu hal yang penting dalam sebuah hubungan. Wanita yang lebih tua lebih paham banyak hal dan sudah berpengalaman dalam hidup, sehingga lebih banyak bahan untuk diperbincangkan. Selain itu, mereka pun memiliki cerita-cerita menarik, sehingga akan menjadi pasangan berbincang yang sangat menyenangkan. Perbincangan menarik akan membantu hubungan tetap menyenangkan meski percikan-percikan gairah fisik sudah mulai berkurang.

Punya Uang
Bagi pria, hal ini bukanlah yang terutama, tapi cukup penting. Karena, pria merasa memiliki pasangan yang bisa diandalkan dan tak perlu harus selalu bergantung kepada dirinya. Belum lagi pria pun tak harus mengkhawatirkan si wanita yang sewaktu-waktu butuh uang sementara dirinya pun sedang kekurangan.

Persahabatan yang Dewasa
Wanita-wanita yang muda seringkali terbelit masalah dalam hubungan persahabatan. Tak jarang, untuk bisa menjadi pasangan dari wanita muda, pria harus mendapatkan semacam "persetujuan" dari sahabat-sahabat wanita ini. Sementara wanita yang lebih dewasa, sudah bisa mempercayai keputusannya sendiri, tak harus selalu meminta pendapat sahabat-sahabatnya. Wanita dewasa sudah lebih percaya diri dan mandiri. Mereka pun sudah bisa memilah sahabat mana yang bisa mereka dengarkan.

Memiliki Selera yang Lebih Baik
Wanita yang lebih dewasa memiliki selera yang lebih baik dalam menghabiskan waktu bersama teman kencannya. Mereka sudah melewati masa-masa pemberontakan ala remaja, dan tak melulu ingin menjadi pusat perhatian layaknya gadis muda. Karenanya, mereka akan lebih memilih hal yang lebih tenang dan bermakna ketika memutuskan kegiatan atau tempat untuk berkencan.

Bukan Drama Queen
Wanita-wanita muda cenderung emosional, karena mereka banyak merasakan pengalaman pertama. Sehingga, histeria yang dialami sangat terasa seperti drama. Cinta pertama, putus dari pacar pertama, dikhianati untuk pertama kalinya, dan masih banyak lainnya. Karena kurangnya pengalaman, para wanita muda seringkali terlalu membesar-besarkan masalah. Sementara wanita yang lebih dewasa dinilai lebih bisa menghadapi masalah lebih baik, mereka bisa dengan tenang menghadapi tekanan dan masalah, bahkan cenderung bisa menyelesaikan masalah sendiri dengan baik.

Pengalaman dalam Berhubungan
Wanita dewasa tahu bagaimana menghadapi masalah dan hari-hari penuh kesengsaraan yang diakibatkan oleh hubungan karena mereka sudah pernah mengalaminya. Wanita dewasa sudah mampu mengukur dan mampu menghadapi persoalan seputar hubungan. Alhasil, karena kedewasaannya ini, wanita yang lebih tua bisa menjaga hubungan lebih baik.

Menghargai Waktu
Karena wanita dewasa sudah mengerti apa saja hal-hal penting dalam hidup, mereka lebih bisa mengapresiasi waktu yang dilewati, tanpa perlu mengumbar emosi berlebihan. Kebanyakan wanita yang masih muda menganggap hubungan atau hidup secara umum dengan kacamata yang sangat serius. Sementara para wanita dewasa memandang pria dari nilai kepribadiannya. Ia sudah tahu ada apa di luar sana, dan ia pun tahu bagaimana menghargai waktu dan tidak menyia-nyiakan apa yang ia punya begitu saja.
Sumber: askmen

Orgasme Wanita Ditentukan Oleh Kecerdasan Emosi Emosinya
Perempuan dengan kecerdasan emosi tinggi lebih mudah mencapai orgasme dalam hubungan seksual. Dengan kecerdasan emosinya, perempuan menjadi lebih mudah berkomunikasi dengan pasangan dalam menyampaikan ekpektasi seks dan hasratnya.

Lemahnya kecerdasan emosi berpengaruh besar terhadap masalah disfungsi seksual pada perempuan. Sederhananya, kenali bagaimana kecerdasan emosi Anda, asah jika masih lemah, maka impotensi pada perempuan pun teratasi.

Demikian hasil sebuah studi yang melibatkan total 2.000 perempuan kembar. Profesor Tim Spector dari King's College London sengaja mencari responden kembar dalam penelitiannya karena akan lebih mudah menganalisa faktor genetik dan lingkungan yang mempengaruhi masalah kelainan seksual.

Meski survei menunjukkan sebagian besar perempuan tak bermasalah dengan orgasme, namun beberapa di antaranya mengalami kesulitan mencapai klimaks saat berhubungan seksual.
Ukurannya, jika perempuan memiliki kecerdasan emosi kurang dari 25 persen dari standar rata-rata, frekuensi orgasme tidak terlalu sering.

Penelitian ini membuktikan, kecerdasan emosi berdampak langsung pada peningkatan kemampuan perempuan dalam hubungan seks, terutama dalam menyampaikan keinginannya untuk mencapai klimaks kepada pasangan. Dengan memainkan emosi, perempuan menjadi lebih terbuka dan tak lagi sungkan meminta pasangan memuaskan hasratnya.

Hasil studi ini membuktikan, kecerdasan emosi yang tinggi dalam diri seseorang membuatnya bertumbuh dalam hal perilaku, dan menjadi bentuk terapi kognitif untuk memperbaiki kehidupannya.

Jadi, cobalah tes seberapa tinggi kecerdasan emosi Anda. Atau coba ukur kemampuan orgasme Anda. Jika sulit mencapainya, jangan-jangan Anda memang masih perlu mengasah kecerdasan emosi Anda!
Sumber: LiveStrong


Trik Menjadi Ibu Yang Lebih Santai
Menjadi orangtua memang bukan pekerjaan yang mudah. Anda kehilangan waktu untuk beristirahat, waktu untuk bersantai bersama suami, dan tentunya waktu untuk bersosialisasi. Ketika Anda merasa begitu stres dengan pekerjaan di kantor, dan harus menghadapi rumah yang berantakan, wajar jika Anda menjadi murka.
Namun, selalu ada cara untuk meredakan kemurkaan Anda. Anda bisa mencoba menjadi ibu yang lebih rileks saat menghadapi anak-anak. Ibu yang tidak selalu terpancing saat melihat kenakalan mereka, dan betapa pintar mereka membuat rumah Anda kacau-balau. Anda bisa kok, membuat rumah Anda lebih tenang dan menyenangkan. Butuh kerja keras untuk itu, namun beberapa cara berikut bisa menjadi inspirasi bagi Anda.
1. Dalam sehari, berusahalah untuk tertawa bersama anak-anak. Entah dengan menertawakan ulahnya, atau goda mereka dengan ulah Anda yang kekanak-kanakan.

2. Tidurlah semampu Anda. Biasanya, ketika menemani anak tidur siang (atau tidur malam), si ibu jadi ikut tidur. Nikmati saja momen ini, terutama ketika menemaninya tidur malam. Tak apa lah, sesekali membiarkan piring kotor di meja makan.

3. Ketika Anda sedang stres di kantor, dan si bungsu membuat ulah, atau Anda lupa menyiapkan bekalnya, Anda mungkin akan memuntahkan kekesalan Anda pada si sulung. Hal ini tidak adil untuknya. Untuk menghindari kekacauan ini, siapkan semua keperluan anak-anak malam sebelumnya.

4. Manjakan diri Anda. Sesekali, untuk mengobati kekesalan atau kelelahan Anda, temukan guilty pleasure Anda. Entah membaca novel picisan, mendatangi acara sale di mal, atau menyantap cheese cake kegemaran Anda. Ingat, hanya sesekali.

5. Ketika anak membuat ulah, Anda mungkin akan terbiasa mengatakan, "Enggak boleh", atau "Jangan". Coba ubah kata-kata tersebut dengan "Ya". Contohnya, “Ya, nanti kita ke tempat permainan kalau kamu sudah selesai makan", dan bukannya, "Kalau kamu enggak makan, kita enggak berangkat". 

6. Seperti saat belajar di sekolah, anak-anak akan menurut jika sesuatu dikatakan berulang-ulang. Misalnya, "Ayo, makannya sambil duduk", atau, "Nontonnya nanti kalau sudah belajar, ya", atau, "Ngomong yang jelas, Ibu enggak ngerti kamu maunya apa".

7. Membuat larangan hanya untuk sesuatu yang memang penting. Anda tidak perlu kesal hanya karena anak memilih kaus warna merah dan celana pendek oranye. Atau, ia memilih tidur dengan kepala pada posisi kaki di tempat tidur. Atau, mengatur cara makannya supaya wajahnya tidak belepotan terkena makanan.

8. Ketika Anda begitu lelah saat mengasuh anak, mungkin Anda akan berpikir, "Nanti kalau dia sudah lebih besar, saya tak perlu lagi menyuapinya." Atau, Anda tak perlu mencuci berlusin popok setiap hari. Namun, percayalah, ketika semua hal itu berlalu (dengan begitu cepat), Anda pasti akan merindukan masa-masa melelahkan tersebut.
Sumber: Shine